Jakarta I Perpanjangan Tahap II pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1445 H ditutup pada 5 April 2024. Direktur Layanan Haji dalam Negeri pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Saiful Mujab mengatakan bahwa kuota nasional jemaah haji reguler sudah terpenuhi.
Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota haji. Selain itu, Indonesia juga mendapat tambahan sebesar 20.000 kuota. Sehingga, total kuota haji Indonesia tahun ini berjumlah 241.000 jemaah. Jumlah ini terdiri atas 213.320 kuota jemaah haji reguler dan 27.680 kuota jemaah haji khusus.
“Alhamdulillah, kuota jemaah haji reguler pada penutupan proses pelunasan 5 April 2024, sudah terpenuhi,” terang Saiful Mujab di Jakarta, Sabtu (6/4/2024).
Pelunasan biaya haji bagi jemaah reguler dibuka dalam dua tahap. Tahap pertama, dibuka sejak 10 Januari sampai 12 Februari 2024. Tahap ini kemudian diperpanjang hingga 23 Februari 2024. Tahap kedua dibuka dari 13 – 26 Maret 2024. Saat itu baru 194.744 jemaah reguler yang melakukan pelunasan, sehingga pelunasan diperpanjang pada 1 – 5 April 2024.
“Sampai hari terakhir, ada 196.272 kuota yang terlunasi, terdiri atas 194.285 jemaah haji reguler, 1.484 Petugas Haji Daerah (PHD) dan 503 pembimbing ibadah pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU),” papar Saiful Mujab.
Masih ada 17.048 kuota jemaah haji reguler. Sisa kuota ini akan diisi oleh jemaah haji reguler yang sudah melunasi tapi dengan status cadangan. “Saat ini tercatat ada 26.689 jemaah yang juga sudah melunasi dengan status cadangan. Jadi bahkan sudah melebihi sisa kuota yang ada,” sebut Saiful.
“Jemaah dengan sudah melunasi dengan status cadangan ini akan mengisi sisa kuota. Termasuk jika ada jemaah yang sudah lunas namun karena satu alasan menunda keberangkatannya. Ini juga akan diisi kuota cadangan. Pengisian kuota cadangan berdasarkan nomor urut porsi,” tandasnya.
Saiful Mujab bersyukur seluruh kuota jemaah haji reguler tahun ini sudah terpenuhi. Dia berharap, jemaah yang sudah melakukan pelunasan dan masuk kuota keberangkatan, semuanya bisa berangkat pada operasional haji 1445 H/2024 M.
“Kloter pertama dijadwalkan mulai masuk asrama haji pada 11 Mei 2024 dan terbang ke Arab Saudi pada 12 Maret 2024,” tutupnya.
PESAWAT SAUDI AIRLINES PROGRAM 09 HARI BERANGKAT 06 April 2025
Hotel Makkah : MAYSAN ALMAQOM / SETARAF️ Madinah : GRAND ALMASSA / SETARAF
HARGA PAKET TERMASUK
✅Tiket pesawat PP ✅Hotel sesuai program ✅Bus Full AC Executive ✅Makan dan minum 3x sehari Fullboard ✅Visa Umrah ✅Mutawwif Berpengalaman Berbahasa Indonesia ✅Ziarah dan City Tour Makkah – Madinah – Jeddah ✅Air zam zam 5 liter ✅Manasik Umroh ✅Perlengkapan Umroh ✅Handling & Airport Lounge ✅Asuransi Perjalanan Umroh ✅Buku Doa Sesuai Sunnah . HARGA PAKET TIDAK TERMASUK ❌Biaya dari daerah ke jakarta ❌Pengeluaran Pribadi, telp, laundry ❌Paspor dan Vaksin Meningitis ❌Ziarah dan City Tour diluar program ❌Biaya Domestik Daerah – Jakarta PP ❌Kelebihan Bagasi sesuai Ketentuan Penerbangan . Informasi lebih lanjut 🏢 Office : ALFIQ TOUR & TRAVEL KOMP CRC, Jl. Mayor Oking Jayatamaja No.12A, Kel.Ciriung Kec. Cibinong Bogor 16917 https://wa.me/6285694334056 📧 admin@alfiqutour.com 🌐 www.alfiqtour.com . CATATAN : * Harga sewaktu-waktu dapat berubah mengikuti perubahan kurs USD * Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan Pemerintah * Pembayaran dianggap sah jika melalui rekening resmi ALFIQ Tour Travel * Jaminan uang kembali jika visa gagal stamp
tUJUAN ZIARAH mEKKAH MADINAH
Selama di Madinah, para jemaah umroh akan mengikuti ziarah ke sejumlah tempat. Ada dua aspek dalam ziarah ini yaitu ibadah dan sejarah. Konsultan Ibadah Daker Makkah, KH Wazir Ali mengatakan, setidaknya ada 5 tempat yang bisa dikunjungi untuk ziarah, yakni : 1. Raudhah
2. Masjid Quba 3. Masjid Qiblatain 4. Masjid Khandaq 5. Bukit Uhud 6. Kebun Kurma
Selama di Mekkah , para jemaah haji akan mengikuti ziarah ke sejumlah tempat. ada 5 tempat yang bisa dikunjungi untuk ziarah, yakni : 1. Goa Hiro / Jabbal NUR
2. Ma’ la 3. masjid Jin 4,Rumah Rosulullah SAW 5. Sumur Zamzam 6. Makam Ibrohim 7. Jabbal Tsur
Kami memiliki pengalaman yang luas dalam menyelenggarakan perjalanan umroh dan telah memperoleh kepercayaan dari banyak jamaah. Anda dapat mempercayakan perjalanan ibadah umroh Anda kepada kami dengan keyakinan dan ketenangan pikiran..
Layanan yang Komprehensif
Kami menyediakan paket umroh reguler yang lengkap dengan fasilitas dan layanan yang memadai. Mulai dari akomodasi, transportasi, hingga pendampingan selama perjalanan, kami memastikan setiap detail perjalanan Anda diatur dengan baik untuk kenyamanan dan keamanan Anda.
Kualitas & Kepuasan Pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan memastikan setiap jamaah umroh merasa puas dengan pengalaman ibadahnya bersama kami.
DAFTARKAN DIRI ANDA HANYA DENGAN RP 10.000.000
(sudah bawah pulang perlengkapan Umroh & tentukan tanggal keberangkatan )
Alfiqtour I Salah satu pesona dari Kota Madinah adalah banyaknya masjid yang serat akan sejarah peradaban Islam. Kita mungkin sudah tak asing dengan Masjid Nabawi, masjidnya Rasulullah SAW dan juga Masjid Quba, masjid yang pertama kali dibangun Rasulullah SAW.
Namun ada satu Masjid lagi yang juga punya sejarah penting dalam perkembangan Islam. Ia adalah Masjid Al-Ghamamah, masjid dimana pertama kali Rasulullah SAW mendirikan shalat Iedul Fitri usai berpuasa sabulan penuh di bulan Ramadhan.
Masjid Al-Ghamamah terletak kurang lebih sekitar 300 meter di sebelah Barat Daya masjid Nabawi, Kota Madinah, Arab Saudi. Masjid ini memiliki gaya arsitektur yang menawan: Bagian luarnya menampilkan batu basal hitam, pintu kayu berukir indah, dan kubah putih, serta menara menghiasi sudut barat laut.
Taman masjid dihiasi dengan pepohonan dan tanaman hijau – menyediakan surga yang tenang bagi pengunjung. Di dalam, di dinding selatan terdapat mihrab, di sebelah kanan diapit oleh mimbar marmer.
Dulunya, area masjid Ghamamah dan sekitarnya adalah tanah lapang yang digunakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya untuk menunaikan sholat Idul Fitri, Idul Adha, dan sholat Istiqa’ (sholat untuk meminta hujan).
Di area masjid Ghamamah juga terdapat masjid Abu Bakar, masjid Ali bin Abi Thalib, masjid Umar, dan Pasar Kurma Tradisional. Keberadaan masjid-masjid tersebut menunjukkan bahwa masjid itu pernah dipakai sebagai tempat sholat Ied dan sholat Istiqa’ sehingga disebut sebagai al-Mushalla.
Mengutip dari buku Tempat-Tempat Ziarah di Kota Madinah karya M. Julius St., kata Ghamamah artinya awan atau mendung. Masjid ini diberi nama Ghamamah karena pada waktu itu Rasulullah SAW pernah dimintai oleh penduduk sekitar Madinah yang sedang mengalami kekeringan agar Allah SWT menurunkan hujan kepada mereka.
Kemudian Rasulullah SAW mengajak penduduk sekitar ke tempat tersebut untuk melakukan sholat Istisqa’ dan berdoa hingga akhirnya memicu berkumpulnya awan (ghamamah) di langit Madinah pada saat itu lalu turunlah hujan.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid, salah satu sahabat Nabi juga mengatakan bahwa Rasulullah SAW mengajak penduduk sekitar Madinah pergi ke al-Mushalla (tanah lapang tempat sholat) untuk melakukan sholat istisqa’.
Selanjutnya, beliau berdoa kepada Allah SWT sembari menghadap kiblat dan memalingkan punggungnya kepada orang-orang. Beliau membalikkan selendangnya (membuat yang kanan di atas yang kiri) dan shalat dua rakaat mengimami kami dengan mengeraskan bacaannya di kedua rakaat tersebut. Kemudian turunlah hujan kepada mereka. (Shahih Bukhari).
Peristiwa inilah yang kemudian membuat masjid Ghamamah juga disebut sebagai Masjid Awan.
Tempat Pertama Shalat Ied didirikan
Selain menjadi tempat Rasulullah memimpin sholat Istisqa’ untuk meminta hujan, masjid Ghamamah juga menjadi tempat Rasulullah SAW pertama kalinya memimpin sholat Ied.
Ahmad Hawassy dalam bukunya Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul menjelaskan bahwa sholat di hari raya disunnahkan untuk dilaksanakan di lapangan terbuka atau di masjid. Hal ini membuat Rasulullah SAW setiap tiba hari raya mendirikan sholat Ied di sini sebab dulunya masjid Ghamamah merupakan area tanah lapang.
Sebagai bentuk penghormatan atas kebiasaan Rasulullah SAW tersebut, maka didirikanlah sebuah masjid yang dinamakan Masjid Al-Mushalla yang saat ini lebih dikenal sebagai Masjid Al-Ghamamah.
Al-Mushalla artinya tempat sholat karena Rasulullah SAW mengerjakan sholat hari raya di sekitar kawasan terbuka yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat khas sholat Ied. Konon dikisahkan bahwa peristiwa sholat Idul Fitri pertama kali dilakukan di masjid tersebut pada tahun kedua Hijriah. Oleh karena itu, masjid ini menjadi mengandung sejarah penting bagi kehidupan umat Islam.
Dalam buku Situs-Situs dalam Al-Quran karya Syahruddin El-Fikri, berdasarkan riwayat, Khalifah Umar bin Khatab adalah orang yang membangun masjid ini tepat di tempat sholat Nabi Muhammad SAW.
Sementara itu, bangunan masjid yang ada saat ini merupakan hasil peninggalan pembangunan Sultan Abdul Majid al-Utsmani. Kemudian masjid ini juga pernah direnovasi kembali pada masa pemerintahan Raja Fahd di tahun 1411 H.
Itulah sejarah Masjid Ghamamah yang menyimpan kisah di zaman Rasulullah SAW. Semoga umat Islam yang berkesempatan untuk pergi ke Madinah atau menunaikan ibadah umrah ke tanah suci dapat mampir ke masjid yang satu ini.
Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sesame anggota FKS PATUH khusunya Korwil 3 Bogor sekaligus bincang bincang santai terkait isu isu up to date perjalanan ibadah haji dan umroh. Pada kesempatan acara ini tampak hadir Kasie Kemenag Kab Bogor Drs. H. Muslim. M.pd dan Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah umroh & Ibadah Haji Khusus H. Abdul Basir, S.pd, M.Pd ,H Wawan Setiawan ketua FKS Patuh Jawa Barat, Guswan SEGO Ketua FKS Patuh Jabar Korwil 3 Kab Bogor dan 30 Owner pelaku Usaha perjalanan ibadah umroh PPIU se-Kabupaten Bogor.
Dilihat dari berbagai sumber, kata backpacker berasal dari Bahasa Inggris yang kata dasarnya sendiri adalah back pack. Dalam Bahasa Indonesia, back pack adalah tas punggung atau lebih populer disebut dengan tas ransel. Nah, biasanya kata tersebut identik dengan turis atau wisatawan pembawa tas ransel. Inilah yang disebut sebagai backpacker.
Umrah backpacker sejatinya tidak dikenal di dalam regulasi. Namun akhir-akhir ini muncul istilah backpacker yang dikaitkan dengan umrah”ucapnya
Umrah backpacker secara sederhana dapat diartikan sebagai orang yang berangkat umrah dengan budget rendah atau dalam istilah yang lebih ekstrem umrah modal nekat. Hingga sebagian orang menganggap agar dapat umrah murah maka umrah dilakukan secara mandiri tanpa melalui travel umrah (PPIU). Sehingga umrah mandiri yang hemat dan modal nekat ini lah yang akhirnya dianggap sebagai umrah backpacker. Meskipun sejatinya biaya tiket yang dipesan oleh PPIU lebih murah daripada pembelian tiket secara mandiri (free individual tour/FIT).
Ketua FKS Patuh Jabar Korwil 3 Kab Bogor Guswan SEGO menegaskan bahwa Pemerintah telah mengatur ibadah haji dan umrah berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah. Menurutnya penyelenggaraan ibadah haji dan umrah harus sesuai dengan regulasi.
“Umrah harus sesuai dengan regulasi yang diatur di dalam UU Nomor 8 Tahun 2019. Di dalam Pasal 86 disebutkan bahwa perjalanan ibadah umrah dapat dilakukan secara perseorangan maupun berkelompok melalui PPIU. Artinya bahwa masyarakat yg akan melaksanakan umrah harus melalui PPIU baik umrah secara perseorangan (umrah private) maupun berkelompok (group),” terang Guswan Sego
Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah umroh & Ibadah Haji Khusus H. Abdul Basir, S.pd, M.Pd , juga menegaskan perlunya umrah melalui PPIU. “Pernah kami temui ketika sedang pengawasan umrah di Arab Saudi ada beberapa temuan penting. Diantaranya ada Jemaah umrah sakit yang dirawat di RS Arab Saudi sampai saat ini belum bisa dipulangkan karena beragkat mandiri sehingga Pemerintah tidak dapat meminta pertanggungjawaban pihak yang memberangkatkan untuk memulangkan,” kata H Abdul Basyir. Travel juga jangan tergiur dengan memfasilitasi para jamaah umroh backpacker ini yang nantinya akan menyulitkan kita semua”tambahnya.
Buka bersama ini perdana dilaksanakan oleh seluruh anggota FKS PATUH Jabar Korwil 3 Bogor dengan khidmat sehingga saling mengenal diantara anggota FKS Patuh Jabar Korwil 3 Bogor, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama,dan sesi Tanya jawab dan diakhiri dengan doa (**bay)
Mitra perjalanan umroh Anda yang terpercaya. Berlokasi di Komp CRC Jl Raya Mayor Oking Jayaatmaja No.12A Ciriung Cibinong – Bogor, kami menyediakan layanan paket umroh reguler yang aman dan nyaman. Dengan komitmen untuk memberikan pengalaman ibadah umroh yang berkesan dan terjamin kualitasnya, kami siap membantu Anda mewujudkan impian untuk menunaikan ibadah umroh dengan penuh ketenangan dan keberkahan. Hubungi kami di 089638161979 untuk informasi lebih lanjut dan reservasi paket umroh Anda!
Menjadi mitra perjalanan umroh terkemuka yang memberikan pengalaman ibadah umroh yang berkesan, aman, dan terpercaya bagi setiap jamaah.
Menyediakan paket umroh reguler yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan masyarakat.
Memberikan pelayanan terbaik kepada setiap jamaah umroh, mulai dari persiapan perjalanan hingga kepulangan ke tanah air.
Menjamin keselamatan, kenyamanan, dan keamanan selama perjalanan umroh melalui kerjasama dengan mitra terpercaya dan fasilitas yang terjamin.
Mendorong dan memfasilitasi jamaah umroh untuk meningkatkan pemahaman dan spiritualitas dalam menjalankan ibadah umroh sesuai dengan tuntunan agama Islam.
Berkomitmen untuk menjaga integritas dan kejujuran dalam setiap transaksi dan layanan yang kami sediakan kepada jamaah umroh.
https://youtu.be/_VwojcCwqlU?si=nvluqENZ32pm3tst
Ingin pergi ibadah umroh dengan paket promo istimewa di bulan Syawal ini? Yuk berangkat umroh bersama Travel Umroh ALFIQ TOUR semoga Allah senantiasa memudahkan dan melancarkan ibadah umroh dan haji kita”.
PAKET MILAD UMROH MUHARAM 1446 H LEBIH HEMAT KLOTER 13 Agustus 2024 Terbang 1 Pesawat
: SV/Saudi Arabia Airline : Langsung jeddah/madinah Hotel bintang 4 Madinah : Grand Plaza Mekkah : Grand Almassa : Program 9 Hari
Starting Jakarta Rp 30.500.000
Pendaftaran Rp.5.000.000 ————————————-
HARGA PAKET HEMAT TERMASUK
✅Perlengkapan umroh ✅Tiket pesawat international PP ✅Visa Umroh ✅ Handling domestic & internasional ✅ Handling di Saudi ✅Bus AC City Tour ✅Makan 3x sehari selama di Saudi ✅Mutawwif & Mutawwifah ✅Miqot umroh 2x ✅ziarah/city tour sesuai program ✅Air zam zam ✅ Asuransi ✅ Sertifikat umroh ✅ Album umroh
HARGA PAKET TIDAK TERMASUK ❌Tiket Domestik PP ❌Pembuatan paspor ❌Kelebihan bagasi
Atau datang langsung ke Kantor PT AKMALUSYA FIQOH ( ALFIQ TOUR ) Jl. Mayor Oking Jayatmaja Komplek CRC No.12A Ciriung Bogor Telp.(021) 28681428
Banyak umat Islam yang melakukan ibadah umrah di bulan Ramadhan. Hal ini karena umrah di bulan ini memberikan banyak keuntungan dan keutamaan yang tidak bisa didapatkan pada waktu-waktu lainnya.
Apalagi, pahala ibadah pada bulan suci Ramadhan juga dilipatgandakan. Tak heran, jumlah jamaah umrah akan meningkat pada bulan ini sehingga akan padat.
Untuk itulah, menjalankan ibadah ke Tanah Suci di bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri. Jadi, memerlukan persiapan yang matang.
Yuk, simak keutamaan ibadah umrah saat Ramadan serta tips menjalaninya pada artikel berikut ini!
Keutamaan Umrah di Bulan Ramadan
Walaupun umrah bisa dilakukan kapan pun, tetapi apabila dilaksanakan ketika bulan Ramadan akan memberikan banyak keuntungan dan keutamaan yang tidak bisa didapatkan pada waktu-waktu lainnya.
Terdapat kemuliaan dari ibadah umroh di bulan Ramadhan di mana kita berumroh dalam keadaan berpuasa. Berikut ini adalah beberapa keutamaan umrah di bulan Ramadan yang harus diketahui oleh umat Muslim:
Pahala Setara Ibadah Haji
Jika berbicara mengenai pahala yang akan diperoleh, jumhur (kebanyakan) ulama berpendapat jika umrah ketika bulan suci Ramadan sangat diutamakan. Sebab, umrah selama Ramadan menjadi jalan untuk mendapat pahala setara haji.
Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bersabda:
“Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah. Karena umrah di bulan Ramadan, senilai haji bersamaku. (HR. Bukhari 1782 dan Muslim 1256).
Meski setara haji, tetapi umrah saat Ramadan tidak menggugurkan kewajiban ibadah haji, ya! Haji tetap wajib dijalankan bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya.
Pembuka Rezeki dan Keberkahan
Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan pahala. Dalam hal ini, umrah di bulan Ramadan dapat membantu umat Muslim untuk menambah pahala dan keberkahan dalam ibadah mereka.
Selain itu, melaksanakan umrah saat Ramadan juga dapat menjadi pembuka rezeki. Bahkan, biaya umrah saat Ramadan yang jumlahnya akan lebih besar dibandingkan bulainnya, akan dianggap menjadi jalan Fi Sabilillah atau digunakan di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Memberikan Pengalaman Spiritual yang Berbeda
Melaksanakan ibadah puasa di Tanah Suci tentu akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhidmatan, kita dapat merasakan kehadiran Allah dengan lebih kuat.
Anda dapat melaksanakan sahur, berbuka puasa, hingga salat tarawih di Masjidil Haram. Bahkan, Rasulullah pun menempatkan ibadah umrah ketika bulan puasa sama dengan ibadah haji bersama Beliau. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, dari Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersamaku.” (HR Imam Bukhari).
Waktu yang Baik untuk Meningkatkan Keimanan
Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk berdoa sebanyak-banyaknya. Pada bulan suci ini, kesempatan untuk terkabulkannya doa menjadi lebih besar dibandingkan waktu lainnya.
Dalam suasana yang penuh berkah dan ketenangan, kita dapat memanjatkan doa, merenungkan, sekaligus merefleksikan kehidupan selama ini. Dengan demikian, umrah di bulan Ramadan dapat membantu umat Muslim untuk memperbaiki diri dan meningkatkan keimanan di tempat terbaik, Tanah Suci.
Mengejar Malam Lailatul Qadar di Tanah Suci
Anda dapat melaksanakan umrah awal, pertengahan, dan akhir Ramadan. Tetapi, banyak umat Islam yang berlomba-lomba melaksakan ibadah umrah menjelang akhir Ramadan.
Tak heran, paket umroh yang paling diminati para jamaah adalah 10 hari terakhir Ramadan sampai hari raya Idul Fitri. Hal ini karena di 10 hari terakhir Ramadan, umat Islam mengejar malam Lailatul Qadar di kota Mekah.
Tips Umrah Saat Ramadan
Mengingat ibadah umrah ketika bulan puasa memberikan keistimewaan yang lebih tinggi dibandingkan waktu lainnya, maka Anda harus mempersiapkannya dengan lebih baik.
Berikut ini tips persiapan ibadah umrah di bulan Ramadan:
Pilih waktu yang tepat untuk melakukan ibadah umrah saat Ramadan. Biasanya, awal Ramadan dan 10 hari terakhir Ramadan menjadi waktu favorit dibandingkan dengan hari-hari lainnya.
Pilih akomodasi yang strategis dan dekat dengan Masjidil Haram sehingga Anda tidak perlu berjalan jauh untuk mencapai tempat ibadah
Pastikan juga akomodasi yang Anda pilih memiliki fasilitas yang memadai untuk kebutuhan Anda selama beribadah di Mekah
Persiapkan diri dengan baik sebelum melakukan umrah saat Ramadan, baik secara fisik maupun mental. Pastikan juga kondisi kesehatan Anda dalam keadaan yang baik sebelum berangkat ke Mekah.
Melakukan umrah di bulan puasa membutuhkan energi yang cukup. Jadi, Anda harus mengonsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka menjaga tubuh tetap fit.
Yang paling penting, pastikan jangan sampai Anda sakit saat umrah, ya! Sebab, bukan hanya ibadah umrah yang akan terganggu, tapi juga ibadah puasa Anda juga.
Jakarta (PHU)—Wakil Menteri Agama RI, Saiful Rahmat Dasuki bersama Duta Besar Arab Saudi, Faisal bin Abdullah Al-Amudi meluncurkan Program Buka Puasa dan Hadiah Kurma Ramadan 1445 Hijriyah dari Raja Salman bin Abdulaziz untuk Indonesia.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan ikatan sosial Raja Salman dari Arab Saudi terhadap seluruh umat Islam di dunia, termasuk juga di Indonesia, dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan, dan menjaga kekhusyuan di bulan Ramadan ini,” kata Wamenag, Minggu (10/3/2024).
Dalam peluncuran tersebut, dilakukan pula penyerahan secara simbolis bantuan sejumlah mushaf Al-Quran dan kurma yang nantinya akan disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada Ramadan 1445 H. Turut hadir, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar.
“Targetnya tentu warga muslim berkebutuhan yang sudah terdata. Kemarin pihak Baznas juga sudah berkoordinasi terkait penyalurannya. Informasi jumlahnya masih kita tunggu,” jelas Wamenag dalam acara yang dilaksanakan di Hotel St. Regis Jakarta tersebut.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi menerangkan bahwa program Buka Puasa ini merupakan bentuk perhatian Raja Salman dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman terhadap kebutuhan umat Islam di seluruh penjuru dunia. Program ini dijalankan di bawah pimpinan Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi, Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syaikh.
“Semoga umat Islam di Indonesia selalu di atas kebaikan, dan semoga diterima pahala puasanya, diberikan keberkahan, dilipatgandakan pahalanya,” ungkap Dubes.
Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi, Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syaikh, melalui siaran daring menyebut, pada Ramadan tahun lalu, pemerintah Arab Saudi bekerja sama dengan Kemenag RI telah berhasil menyelenggarakan acara buka puasa bersama sepanjang 1200 meter di Kota Padang, Sumatera Barat. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 8000 masyarakat Padang dan sekitarnya.
Tahun lalu juga, kata Abdullatif, pemerintah Saudi telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada wilayah yang terkena musibah bencana alam dan kepada keluarga yang kurang mampu dari seluruh penjuru Indonesia.
“Program bantuan bulan Ramadan terus ditingkatkan pada tahun ini agar dapat menjangkau lebih banyak lagi jumlah penerima. Penyaluran bantuan buka puasa kepada jutaan muslim di dunia bekerjasama dengan pemerintah, ormas, dan lembaga sosial dan tentunya berkoordinasi dengan kedutaan menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1445 H,” terang Abdullatif.
Mina (PHU) — Tenda jemaah haji di Mina kini dilengkapi dengan tempat penyimpanan air cadangan. Ini disiapkan pihak Saudi untuk mengantisipasi jika ada keterlambatan pasokan air saat puncak haji.
Haji 1444 H/2023 M sempat diwarnai dengan keterlambatan pasokan air di beberapa tenda jemaah. Sebagai langkah mitigasi, pihak Saudi tahun ini menyiapkan tempat penyimpanan air cadangan.
“Hari ini kami meninjau tenda yang akan ditempati jemaah haji Indonesia pada operasional 1445 H/2024 M. Kita lihat pihak Saudi sedang siapkan tempat penyimpanan air cadangan,” ujar Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji dan Umrah Ramadhan Harisman di Mina, Minggu (3/3/2024).
Hadir, Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Akhmad Fauzin, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, Kasubdit Siskohat Hasan Afandi, Katim Teknologi dan Sistem Infornasi Irfan Sembiring, serta perwakilan dari Syarikah.
“Tempat penyimpanan air cadangan itu berupa tabung-tabung besar yang ditanam pada sejumlah area di sekitar tenda jemaah haji Indonesia di Mina,” sambungnya.
Ramadhan menjelaskan bahwa jemaah haji Indonesia tahun ini diperkirakan tidak ada yang menempati tenda di Mina Jadid. Sebab, pemerintah sudah memesan tempat melalui e hajj untuk lokasi mabit jemaah haji Indonesia selama di Mina. “Dan, seluruhnya berada di wilayah Mina atau tidak ada yang di Mina Jadid,” sebutnya.
Selain tenda jemaah, Ramadhan bersama delegasi Indonesia dalam kesempatan itu juga meninjau posko misi haji Indonesia di Mina. Lokasi tenda posko ini cukup strategis karena mudah diakses oleh kendaraan roda empat. “Sehingga, diharapkan akan memudahkan proses evakuasi dan mobilitas layanan jemaah,” sebut Ramadhan.
Menurut Ramadhan, pihak Saudi masih terus melakukan persiapan. Selain tempat air cadangan, sejumlah tenda Mina juga sudah direnovasi.
”Ada sekitar 13 maktab yang tendanya sudah menggunakan dinding gypsum board dan ac split. Ini bagian dari peningkatan layanan. Semoga pada saatnya nanti semua sudah direnovasi,” sebut Ramadhan.
‘Kita juga cek jalur taradudi atau shuttle bus jamaah haji Indonesia, dari Makkah menuju Arafah, lalu ke Muzdalifah dan Mina hingga kembali lagi ke hotel di Makkah,” tandasnya. (BAY)
Jakarta (PHU) — Umat muslim akan memasuki bulan Ramadhan 1445H. Animo masyarakat Indonesia dan umat Islam dunia melaksanakan ibadah umrah pada bulan Ramadhan sangat tinggi, sehingga Pemerintah perlu memberikan berbagai imbauan agar ibadah umrah dapat berjalan dengan aman, nyaman, sehat, dan memenuhi prinsip syariat.
Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan ibadah umrah dengan program 5 pasti umrah. Hal ini disampaikan Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Jaja Jaelani.
“Kami tetap meminta kepada para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memberikan pelayanan kepada jemaah umrah dengan tetap berpegang pada peraturan perundang-undangan. Utamakan kepentingan jemaah, karena bisnis PPIU adalah bisnis jasa perjalanan sehingga hak-hak jemaah harus diperhatikan dan dipenuhi,” tegas Jaja Jaelani di Kantor Kemenag RI, Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Jum’at (8/3/2024).
Jaja juga berpesan agar masyarakat tetap mengingat program 5 Pasti Umrah sebelum memilih biro perjalanan umrah.
“Masyarakat sebelum berangkat umrah harus pastikan lima hal yaitu pastikan biro perjalanan berizin PPIU, pastikan visanya, pastikan tiket pesawat pergi pulang (PP), pastikan harganya, dan pastikan hotelnya. Jangan sampai masyarakat menjadi korban travel tidak berizin PPIU atau tidak mendapatkan pelayanan yang sesuai,” ujar Jaja menjelaskan.
Selain itu Direktur Bina UHK juga meminta PPIU membuat surat perjanjian tertulis dengan jemaah umrah tentang pelayanan umrah yang akan diberikan.
“Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2019 dalam Pasal 94 salah satu kewajiban PPIU adalah menyediakan pelayanan transportasi, konsumsi, akomodasi, dan pelayanan lainnya sesuai perjanjian tertulis,” kata Jaja menambahkan penjelasannya.
Jaja pun berharap tidak ingin ada kejadian wanprestasi layanan umrah Ramadhan terjadi kembali dan berujung perselisihan antara PPIU dan jemaah umrah.
“Tahun lalu ada puluhan jemaah umrah mengadu karena tidak mendapatkan layanan hotel dan konsumsi yang sesuai dengan perjanjian tersebut. Kami butuh waktu beberapa kali untuk memediasi jemaah dan PPIU karena tidak adanya perjanjian tertulis. Kejadian seperti itu dapat dihindari bila ada perjanjian tertulis dan PPIU memberikan pelayanan yang sesuai dengan PMA Nomor 5 Tahun 2021,” paparnya.
Jaja Jaelani yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Dana Haji dan SIHDU tersebut juga memerintahkan jajaran Kementerian Agama di pusat dan daerah menjalankan fungsi pengawasan umrah dengan baik.
“Kini marak kembali permasalahan umrah, kami minta Kemenag Kab/Kota dan Bidang PHU Kanwil Kemenag Provinsi terus memberikan pembinaan dan pengawasan kepada PPIU dan melakukan berbagai upaya pencegahan terjadinya masalah umrah. Bila ditemukan sedikit saja kejanggalan agar segera dilakukan penanganan agar masalah tidak menjadi semakin besar,” perintah Jaja kepada jajarannya.
“Tidak lupa kami juga mengucapkan selamat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1445H. Semoga selama berpuasa kita tetap dapat menjalankan tugas dengan produktif dan optimal,” pungkasnya. ( Source : Humas Kemenag)