Kategori: Seputar Haji & Umrah

  • Mereka yang Merindu Hajar Aswad

    Mereka yang Merindu Hajar Aswad

    Makkah (Kemenag) – Wabah Covid 19 yang mendera seluruh dunia sejak tahun 2020 telah mengubah paradigma dalam berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali dalam hal ibadah. Kita masih ingat, sejak awal Covid 19 merebak, masjid dan tempat ibadah lainnya ditutup, karena khawatir jemaah terpapar virus. 

    Dalam penyelenggaraan haji, tahun 2020 dan 2021 Indonesia tidak mengirim jemaahnya ke Tanah Suci, karena pertimbangan keselamatan jemaah lebih utama. Namun kerajaan Arab Saudi tetap menyelenggarakan haji dengan jemaah terbatas dan protokol kesehatan ketat. 

    Pemerintah Arab Saudi menetapkan jumlah jemaah haji tahun 2020 sebanyak 1.000 orang dan pada 2021 sebanyak 60.000 orang. Kuota tersebut diberikan kepada warga Arab Saudi serta penduduk dari berbagai negara atau ekspatriat yang saat itu berada di Arab Saudi. Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2020 dan 2021 di masa pandemi Covid-19, Arab Saudi mendapat pujian dari berbagai negara Muslim.

    Seiring dengan melandainya kasus Covid dan vaksinasi yang gencar dilakukan, tahun 2022, pemerintah Arab Saudi mengumumkan penyelenggaraan haji untuk 1 juta jemaah. Keputusan tersebut disambut gembira dunia, tak terkecuali calon jemaah haji Indonesia yang harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci karena pandemi. Indonesia memperoleh kuota sebanyak 100.051 jemaah, atau kurang dari 50% dari kuota normal sebanyak 220.000. 

    Meskipun Pemerintah Arab Saudi melakukan kebijakan pelonggaran penggunaan masker sejalan dengan menurunnya penularan kasus Covid, Kabah sebagai episentrum jemaah haji dari seluruh dunia pada momen haji tahun ini sekelilingnya dibatasi oleh penghalang (barrier) yang terbuat bahan fiber padat warna putih dan aparat (Asykar) yang berjaga ketat di dalam lingkaran penghalang tersebut. Akibatnya, jemaah haji tidak bisa lagi mencium Hajar Aswad, menyentuh sudut Rukun Yamani, dan shalat di Hijr Ismail. 

    Jemaah hanya bisa mengangkat tangan menghadap Hajar Aswad lalu menciumnya dari jarak jauh. Sejumlah jemaah matanya berkaca-kaca saat melambaikan tangan ke Hajar Aswad, suaranya bergetar saat mencium Hajar Aswad dari  jauh diiringi lafaz Bismillahi Allahu Akbar.

    Dikutip islam.nu.or.id yang ditulis oleh Ahmad Mundzir, ada beberapa fakta tentang kelebihan yang dimiliki Hajar Aswad sebagaimana diungkapkan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki dalam karyanya Al-Hajj Fadlail wa Ahkam, halaman 263 sebagai berikut: Pertama, agama mensyariatkan mencium serta mengusapkan tangan pada batu hitam ini. Hal tersebut sesuai dengan kisah Sayyidina Umar radliyallahu anh, yang suatu saat mendatangi Hajar Aswad lalu menciumnya. Umar berkata:

     إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ، لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ، وَلَوْلاَ أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

    Artinya: “Sungguh, aku tahu, kamu hanya batu. Tidak bisa memberi manfaat atau bahaya apa pun. Andai saja aku ini tak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallahu alaihi  wa sallam menciummu, aku pun enggan menciummu.” (HR Bukhari) 

    Kedua, Hajar Aswad menduduki tempat paling mulia di muka bumi ini. Terletak tepat di pojok Ka’bah pada bagian timur laut Ka’bah. Sudut ini yang dibangun pertama kalinya oleh Nabi Ibrahim bersama Ismail.

      وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

     Artinya: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan Kami terimalah dari kami (amalan kami). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 127)  

    Ketiga, Hajar Aswad berada di tempat di mana posisinya selalu menjadi permulaan tawaf, yaitu terletak pada bagian sudut timur laut dari bangunan Ka’bah. Sedangkan semua orang tawaf selalu memulai tawafnya dari situ.  

    Keempat, sebagaimana yang diriwayatkan Abu Ubaid, Baginda Rasulullah mengkiaskan Hajar Aswad sebagai ‘tangan Allah’ di bumi. Barangsiapa yang mengusap Hajar Aswad, seolah-olah sedang bersalaman dengan Allah subhânahu wa ta’âlâ. Selain itu, ia dianggap seperti sedang berbaiat kepada Allah dan Nabi Muhammad shallallahu ‘allaihi wa sallam. Sesuai dengan sabda Baginda Nabi Muhammad:

      مَنْ فَاوَضَهُ، فَإِنَّمَا يُفَاوِضُ يَدَ الرَّحْمَنِ 

    Artinya: “Barangsiapa bersalaman dengannya (Hajar Aswad), seolah-olah ia sedang bersalaman dengan Allah yang Maha Pengasih.” (HR Ibnu Mâjah: 2957) 

    Kelima, Hajar Aswad mempunyai cahaya yang memancar besar. Namun Allah subhânahu wa ta’âla menutupnya sebagaimana dalam riwayat Ahmad, at-Tirmidzi dan Ibnu Hibbân.  Keenam, pada hari kiamat, Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi siapa saja yang pernah menyentuhnya dengan sungguh-sungguh sebagaimana hadits yang diriwayatkan dalam kitab as-Sunan karya at-Tirmidzi dan al-Ausath karya at-Thabrany.  

    Ketujuh, Hajar Aswad akan memberikan syafaat dan syafaatnya diterima Allah subhânahû wa ta’âlâ sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat at-Thabrany. Meskipun hadits ini ada banyak tinjauan-tinjauan di sana. Kedelapan, Hajar Aswad seolah-olah merupakan tangan Allah yang ada di muka bumi ini. 

    Hadits berikut ini saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya, sehingga menjadi hadits hasan:

     إِنَّ الْحَجَرَ الْأَسْوَدَ يَمِينُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ، فَمَنْ لَمْ يُدْرِكْ بَيْعَةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَسَحَ الْحَجَرَ، فَقَدْ بَايَعَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ» 

    Artinya: “Sesungguhnya Hajar Aswad merupakan (seolah) tangan Allah di muka bumi. Barangsiapa yang tidak bisa berbaiat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, kemudian mengusap Hajar Aswad, maka ia sedang berbaiat kepada Allah dan Rasul-Nya. (Muhammad al-Azraqi, Akhbaru Makkah wa Mâ Jâa minal Âtsâr, Beirut, juz 1, halaman 325).

    Tohari (42) jemaah haji asal Brebes yang tergabung di SOC 31 mengatakan, seluruh rangkaian haji yang ia lakukan bersama isterinya Ulfa (39) berjalan lancar. “Hanya saja, kami tidak bisa mewujudkan mimpi dan cita-cita untuk mencium hajar aswad,” kata pria yang memiliki usaha bengkel bubut, Senin (18/07/2022).  

    Mencium hajar aswad yang ia rindu harus ditunda, dia berharap ada kesempatan dan rizki dapat kembali ke Tanah Suci, dan pandemi benar-benar hilang hingga dirinya dapat mencium hajar aswad tersebut. “Momen itu yang saya rindu selanjutnya,” kata Tohari.

    Kerinduan serupa diidamkan oleh Eko Junaidi (55) jemaah haji asal Pati, Jawa Tengah. Berhaji bersama isteri dan 7 anggota keluarga lainnya, Eko bersyukur dapat melengkapi seluruh rangkaian haji dengan lancar. 

    “Alhamudlillah, bangga dan bercampur haru bisa menyelesaikan seluruh rangkaian haji dengan lancar, hanya saja kali ini tidak bisa mencium hajar aswad seperti saat saya berhaji tahun 2006,” kata wiraswasta yang mengirim solar dan oli di Pelabuhan Juwana, Pati.

    “Haji tahun ini, saya hanya bisa mendekat Kabah, namun tidak bisa menyentuh apalagi mencium hajar aswad, momen ini yang sesungguhnya saya rindukan sejak pertama haji tahun 2006 lalu,” kata Eko.

    Minarti (52) jemaah asal Bukitinggi, Sumatera Barat menyampaikan kesan serupa tentang cita-citanya mencium hajar aswad yang harus urung karena ketentuan larangan mencium hajar aswad. “Tetap bersukur, meski saya harus mengubur sementara cita-cita mencium hajar aswad di Kabah, Insya Allah keinginan tersebut akan menjadi kerinduan yang dapat terlaksana di kesempatan lain,” kata wanita yang bekerja di salah satu bank BUMN.

    Rosidan (54) pensiunan pegawai  PLN di Bangka Belitung, sejak menunggu berangkat ke Tanah Suci, sudah mendengar dari kerabat dan koleganya yang sudah berhaji tentang cerita bagaimana bahagianya dapat mencium hajar aswad. 

    “Seluruh rangkaian haji yang saya jalankan berjalan lancar, kecuali kesempatan mencium hajar aswad yang harus ditunda. Saat manasik, kita sudah diberi tahu oleh pembimbing ibadah bahwa pada haji tahun ini, Kabah dikelilingi penghalang, sehingga jemaah tidak bisa menyentuh apalagi dapat mencium hajar aswad,” terang Rosidan yang mengisi waktu pensiunnya dengan bertani. 

    Apa yang dirasakan dan dirindukan Tohari, Eko Junaidi, Minarti, dan Rosidan di atas, juga dirasakan oleh jutaan jemaah haji dari berbagai belahan dunia yang tidak bisa mencium hajar aswad. Kerinduan untuk lebih dekat dengan menyentuh kabah dan bersalaman dengan Sang Pemilik rumah agung itu harus ditunda, dan berharap satu waktu akan dilepaskan dengan suka cita. (source : humas kemenag )

  • 7 Kloter Jamaah Haji Pulang ke Indonesia ,19 Juli 2022, Ini Jadwalnya !

    7 Kloter Jamaah Haji Pulang ke Indonesia ,19 Juli 2022, Ini Jadwalnya !

    Jeddah (Kemenag) — Fase pemulangan jemaah haji Indonesia memasuki hari kelima. Secara bertahap, jemaah yang diberangkatkan pada gelombang pertama, terbang ke Tanah Air usai menyelesaikan seluruh rangkaian prosesi ibadah haji. 

    Jemaah gelombang pertama berangkat dari Indonesia menuju Madinah. Setelah menyelesaikan ibadah Arbain (salat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi), mereka menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Selesai beribadah haji, mereka kembali ke Indonesia melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

    Pemulangan jemaah gelombang pertama berlangsung sejak 15 sampai 29 Juli 2022. Total sudah ada 28 kloter yang sudah kembali ke Tanah Air dengan total lebih dari 11ribu jemaah.

    Hari ini, ada tujuh kloter yang akan kembali ke Indonesia dengan data sebagai berikut:

    1. Kloter 7 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 7) sebanyak 393 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan GIA 7407 pada 19 Juli 2022 pukul 08.40 WAS. Diperkirakan mendarat di Lampung pada 20 Juli 2022 pukul 23.20 WIB.

    2. Kloter 7 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 7) sebanyak 410 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan SV 5286 pada 19 Juli 2022 pukul 12.55 WAS. Diperkirakan mendarat di Jawa Barat pada 20 Juli pukul 02.50 WIB.

    3. Kloter 9 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 9) sebanyak 410 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan SV 5214 pada 19 Juli 2022 pukul 14.05 WAS. Diperkirakan mendarat di Lampung 20 Juli pukul 04.00 WIB.

    4. Kloter 5 Embarkasi Padang (PDG 5) sebanyak 393 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan GIA 3405 pada 19 Juli 2022 pukul 15.25 WAS. Diperkirakan mendarat di Padang pada 20 Juli pukul 04.55 WIB.

    5. Kloter 7 Embarkasi Solo (SOC 7) sebanyak 360 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan GIA 6207 pada 19 Juli 2022 pukul 19.30 WAS. Diperkirakan mendarat di Solo pada 20 Juli pukul 12.35 WIB.

    6. Kloter 8 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG 8) sebanyak 393 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan GIA 7408 pada 19 Juli 2022 pukul 21.30 WAS. Diperkirakan mendarat di Cengkareng pada 20 Juli pukul 12.10 WIB.

    7. Kloter 7 Embarkasi Surabaya (SUB 7) sebanyak 450 jamaah, terbang dari Bandara Jeddah dengan SV 5098 pada 19 Juli 2022 pukul 22.50 WAS. Diperkirakan mendarat di Surabaya pada 20 Juli pukul 13.40 WIB. (Kemenag )

  • Jannah Firdaus Bantah Tahan Dana Jamaah

    Jannah Firdaus Bantah Tahan Dana Jamaah

    Jakarta — Penyelenggara Perjalanan Ibadah dan Umrah Jannah Firdaus Tour and Travel membantah adanya isu yang beredar di masyarakat terkait dengan penahanan dana jamaah yang meminta refund (pengembalian tiket). Managemen Jannah Firdaus menjelaskan, pihaknya telah memberikan pilihan kepada para jamaah dan juga mengatur ketentuan pembatalan penjadwalan ulang. Ia juga mengatur tata cara pengembalian dana yang telah disetorkan.

    “Bagi jamaah yang belum bisa berangkat di tahun ini, kami kami berikan 2 pilihan. Pertama, jamaah bisa reschedule (penjadwalan ulang) untuk keberangkatan tahun depan di 1444 H dengan harga yang sama dengan tahun ini dan akan kami prioritaskan di keberangkatan tahun depan. Kedua, Jamaah bisa melakukan pengajuan/permohonan refund kepada perusahaan dan dana akan kembali 100%,” ucapnya.

    Ketiga, seluruh tahapan pengembalian setoran dana haji memerlukan waktu dan validasi sejak permohonan diajukan. Keempat Jannah Firdaus tidak mengenakan biaya denda atau pemotongan dana terhadap Biaya Hotel, Manasik dan batik yang timbul atas Kebijakan ini.

    “Jadi jamaah tidak perlu khawatir, Jannah firdaus amanah dan dana jamaah semua akan aman,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan kepada jamaah supaya tidak terprovokasi terkait pemberitaan diluar yang merugikan pihaknya. Ia yakin pemberitaan diluar hanya opini dan ekspektasi para calon Jamaah saja yang negativie thinking.

    “Kepada para calon jamaah yang membuat statement di media itu tanpa bertanya dulu dan tanpa konfirmasi dulu ke pihak Management, sehingga menimbulkan polemik, padahal kenyataanya akan selalu ada solusi dari Jannah firdaus. Setahu kami banyak sekali Travel-Travel lain yang juga jamaahnya ratusan dan tidak bisa berangkat di tahun ini, tapi kenapa hanya Jannah firdaus yang viral? Rada aneh sih kami rasa,” sambungnya.

    “Namun demikian, kami akan selalu berikan yang terbaik bagi para jamaah kami. Dan juga Jannah firdaus akan selalu berkhidmat untuk melayani tamu-tamu Allah dengan amanah juga dengan pelayanan dan harga terbaik,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa Jannah Firdaus tahun ini sudah memberangkatkan 70 Jamaah haji dengan visa haji resmi dari pemerintah (kerajaan) Arab Saudi yaitu visa haji furoda.

    “Kami memberangkatkan jamaah dengan jumlah maksimum dalam kondisi yang belum normal seperti tahun ini terkait adanya pembatasan kuota haji untuk Indonesia,” ucapnya.

    Ia mengatakan, Jannah Firdaus sejak berdiri tahun 2003 yang sudah resmi memiliki izin lengkap, baik izin umrah (PPIU) maupun izin haji (PIHK), begitu juga dengan izin IATA domestik maupun Internasional.

    Jannah Firdaus telah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan prima kepada seluruh calon jamaah.

    Hal ini juga bukan isapan jempol, terbukti dengan banyaknya jamaah yang melakukan repeat order hingga 100 persen. Bahkan, diantara para jamaah juga merasakan puas dan merekomendasikan kepada pihak lain, baik saudara, sanak keluarga dan lainnya.

  • Makkah Sambut Jemaah Nafar Awal, Menag Minta Petugas Siaga di Pemondokan

    Makkah Sambut Jemaah Nafar Awal, Menag Minta Petugas Siaga di Pemondokan

    Siaran Pers
    Kementerian Agama

    Jakarta I alfiqtour – Fase Arafah, Muzadalifah, dan Mina (Armuzna) sudah mendekati akhir. Hari ini, Senin (11/7/2022), sebagian jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal akan kembali ke hotelnya di Makkah.

    Menag Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pemerintah Saudi atas keberhasilannya dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Menag juga berpesan kepada seluruh petugas untuk tetap komitmen melayani jemaah dan siap sambut mereka di Makkah.

    “Jadwal lontar jumrah jemaah haji Indonesia hari ini dimulai sejak pukul 06.00 sampai selesai. Biasanya, jemaah yang mengambil nafar awal, usai melontar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah, langsung kembali ke hotel, terutama yang tinggal di kawasan dekat jamarat, seperti Raudhah dan Syisah,” terang Menag di Makkah.

    “Saya minta petugas haji Makkah untuk siaga di pemondokan, dan bersiap sambut jemaah,” pesannya.

    Nafar Awal adalah jemaah yang mengambil pilihan untuk keluar dari Mina pada 12 Zulhijah sebelum terbenamnya matahari. Bagi jemaah yang akan tetap menginap sampai 13 Zulhijah, disebut Nafar Tsani.

    Sekembalinya ke hotel di Makkah, jemaah akan menjalani Rukun Haji Thawaf Ifadlah dan Sa’i di Masjidil Haram. “Beberapa hari ke depan, kepadatan aktivitas jemaah akan bergeser ke Masjidil Haram. Saya juga sudah minta ke Sektor Khusus untuk bersiap di posnya masing-masing untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah yang menjalani Ifadhah dan Sa’i,” tutur Menag.

    “Meski demikian, saya mengimbau jemaah istirahat di hotel terlebih dahulu sampai bus shalawat kembali beroperasi,” lanjutnya

    Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menjelaskan bahwa jemaah Nafar Awal akan kembali ke hotel di Makkah pada 11 Juli 2022. Jemaah Nafar Tsani sehari berikutnya, 12 Juli 2022. Sementara bus shalawat akan mulai beroperasi kembali pada 13 Juli 2022.

    “Jadi, begitu sampai di hotel, jemaah sebaiknya memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan beribadah di pemondokan. Ifadlah bisa dilakukan setelah bus shalawat beroperasi,” ujar Hilman.

    “Untuk layanan katering, juga akan dimulai pada 13 Juli 2022, diawali dengan makan pagi,” sambungnya.

    36 Jemaah Wafat

    Hilman menambahkan, sampai hari operasional ke-40 sejak keberangkatan jemaah pada 4 Juni 2022, total ada 36 jemaah wafat. Terakhir, sebanyak delapan jemaah wafat pada fase pascawukuf di Arafah, terdiri atas dua jemaah wafat di KKHI Makkah, dan enam jemaah wafat di KKHI Mina.

    “Jika disandingkan dengan angka kematian pada hari yang sama untuk lima tahun terakhir, saat ini adalah yang paling sedikit. Angka penurunannya sangat signifikan,” terang Hilman.

    Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), lanjut Hilman, pada hari ke-40 operasional haji tahun 2015 misalnya, ada 397 jemaah wafat. Sementara pada 2016, ada 180 jemaah wafat. Tiga tahun berikutnya, angka kematian pada angka 327 (2017), 177 (2018), dan 169 (2019).

    “Tahun ini, angka kematian pada 40 hari operasional, 36 jemaah,” tandasnya.(adm)

    Humas

  • Umroh Yukk Bersama Alfiq Tour

    Umroh Yukk Bersama Alfiq Tour



    Perizinan :


    Program & Paketnya




    Syarat & Ketentuannya :

    Perlengkapan :





    Tetimonial :

    Alhamdulillah setelah dibukanya ibadah umrah, Saya langsung mendaftarkan melalui travel alfiq tour, pelayanan nyaman , pokoknya 5 Pasti ada disini
    “Aku bersyukur karena Allah telah memberiku begitu banyak anugerah. Semuanya terbukti dari banyaknya kesempatan berbuat baik yang datang berkali-kali kepadaku.

    Endang Ruhiyat
    Wiraswasta
    “Ya Rabbi, terima kasih atas nikmat-Mu hari ini. Jadikanlah hamba selalu
    berada di antara orang-orang yang bersyukur kepada-Mu dalam situasi apa
    pun dan di mana pun.
    Alhamdulillah dikenalkan oleh tetangga travel umrah
    Alfiq tour dan ternyata benar benar amanah sekali kami tidak terlantar
    disana pelayanannya memuaskan karna ibadah semakin khusu

    H.Akmaludin
    Pengusaha
    Alhamdulillah Berangkat bersama travel umrah Alfiq Tour Nyaman sekali , baik itu pelayanan di indonesia atau di saudi arabia, recomended banget, kalo mau umrah yah Alfiq Tour.

    Mulkika Asmawati, S.Pd.I
    Pengajar

    Info & pendaftaran Klik di sini