Penulis: fnkuo

  • BSI Gelar Talk Show ” Layanan Total Solusi Bagi Ekosistem Haji dan Umroh Di Wisma Mandiri 1.

    BSI Gelar Talk Show ” Layanan Total Solusi Bagi Ekosistem Haji dan Umroh Di Wisma Mandiri 1.

    Bank BSI Gelar Acara Gathering Travel umroh dengan mengundang Para Mitra Travel dan Nasabah terpilih yang digelar di Wisma Mandiri 1 Lt 11 Jl. MH Thamrin Kebon Sirih Jakarta Pusat, Rabu (04/09/24)

    Acara Talk Show dengan tema ” ONE STOP TOTAL SOLUTION” diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci al’quran dan lagu Indonesia Raya

    Ade puspitasari selaku PIC Bank BSI KCP Citeureup 1 membenarkan acara tersebut ” memang pada hari ini BSI Pusat mengundang beberapa mitra dan Nasabah prioritas hadir dalam acara tersebut sekaligus penandatangan kerjasama BSI kepada pihak travel dan Alhamdulillah PT AKMALUSYA FIQOH ( Alfiq Tour ) dapat hadir ” kami ucapakan terima kasih kepada Direktur PT AKMALUSYA Fiqoh telah hadir di acara ini,” Inikan acara penting bagi para pelaku usaha travel haji dan umroh, karna BSI sedang lonching ” journey layanan jamaah umroh dan haji sebagai layanan dan perencanaan kepada jamaah maupun travel dengan berbagai benefit yang saling menguntungkan” tutupnya.

    H. Engkus Kusnadi selaku Direktur PT Akmalusya Fiqoh sebagai nasabah BSI prioritas mengatakan ” Alhamdulillah kami salah satu travel umroh yang beralamat di Jl.Mayor Oking Jayaatmaja, Ciriung Cibinong Bogor mendapatkan undangan dan hadir dalam acara tersebut sebagai bentuk pengakuan dari BSI Citeureup 1 terhadap Alfiqtour sebagai nasabah setia BSI dan penandatanganan Kerjasama ( MOU ) BSI dengan Alfiq Tour, ucapnya.

    oplus_131072

    H Firman selaku ketua Amphuri dalam sambutannya mengatakan
    BSI Bank besar yang selalu mensupport para owner travel umroh terbesar di Indonesia , dalam kondisi seperti saat ini Firman ingin vaksin maningitis ditiadakan dengan alasan tidak efektif , dan berharap agar BSI membuka layanan perbankan di Saudia arabia sebagai layanan total solusi bagi ekosistem haji dan umroh.

    Acara Talk Show ini menghadirkan para pemateri yang kompeten di bidang perbankan dan perjalanan Umroh dan Haji, dengan diselingi sesi tanya jawab.

    Acara dimulai pukul 13.00 wib s/d 15.30 wib diakhiri dengan Poto bersama, pembagian souvenir dan Doa penutup (admin)

  • 553 Kloter Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arafah, Kemenag: Sesuai Jadwal

    553 Kloter Jemaah Haji Indonesia Tiba di Arafah, Kemenag: Sesuai Jadwal

    Alfiqtour I Pemberangkatan jemaah haji Indonesia dari Makkah ke Arafah sudah selesai. Selain jemaah yang mengikuti safari wukuf, semuanya kini sudah berada di Arafah. Proses pemberangkatan dari hotel di Makkah berlangsung pada Jumat, 14 Juni 2024, pukul 06.00 Waktu Arab Saudi.

    “Alhamdulillah, pukul 03.00 waktu Arab Saudi pagi tadi, jemaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir meninggalkan Makkah menuju Arafah. Ini sesuai dengan jadwal yang kita rencanakan,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid di Arafah, Sabtu (15/6/2024).

    Rombongan terakhir yang berangkat menuju Arafah adalah bus yang membawa kelompok terbang 15 Embarkasi Padang (PDG-15). Tiba di Arafah, mereka langsung menempati tenda yang telah disiapkan.

    “Saat ini 553 kloter sudah berada di Arafah. Mereka sudah menempati tenda masing-masing. Insya Allah besok semua akan menjalani wukuf di Arafah,” sebutnya.

    “Jemaah haji Indonesia yang akan menjalani safari wukuf baru akan diberangkatkan ke Arafah pada hari Sabtu sekitar jam 11.00 Waktu Arab Saudi,” sambungnya.

    Dijelaskan Subhan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah lebih dahulu tiba di Arafah. Mereka memastikan seluruh sarana prasana siap ditempati jemaah, baik tenda, kasur, pendingin udara, dapur, hingga toilet berikut airnya.

    “PPIH siapkan konsumsi bagi jemaah setibanya mereka di Arafah,” sebut Subhan.

    Subhan mengimbau jemaah dapat memanfaatkan waktu selama berada di Arafah untuk memperbanyak zikir dan bermunajat.

    “Haji adalah wukuf di Arafah. Ini adalah momen yang ditunggu jemaah sejak puluhan tahun mendaftar haji. Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi jemaah untuk berzikir, mendekatkan diri kepada Allah, dan bermunajat,” pesan Subhan.

    PPIH Arab Saudi menggelar prosesi wukuf di Tenda Misi Haji Indonesia. Hadir, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas beserta sejumlah pimpinan lembaga negara. Khutbah Wukuf akan dibacakan oleh Habib Ali Hasan Al Bahar, Lc. MA. Selaku imam Salat Zuhur dan Ashar Jamak Taqdim Qashar KH Agus Ma’arif, Lc, MA. Pembacaan doa dipimpin oleh Habib Ibrahim Lutfi bin Ahmad Al-Attas.

    Humas

  • Pemerintah Tetapkan Iduladha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024

    Pemerintah Tetapkan Iduladha 1445 H Jatuh pada 17 Juni 2024

    Alfiqtour I Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1445 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 8 Juni 2024. Dengan ditetapkannya awal Zulhijah ini, maka Hari Raya Iduladha 1445 H jatuh pada Senin, 17 Juni 2024.

    “Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria MABIMS, serta adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Zulhijjah tahun 1445 Hijriyah jatuh pada hari Sabtu, tanggal 8 Juni 2024, dan hari raya Idul Adha jatih pada Senin, tanggal 17 Juni 2024,” tutur Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki usai memimpin Sidang Isbat (Penetapan) Awal Zulhijah, di Jakarta, Jumat (7/6/2024).

    “Kita berharap dengan hasil sidang isbat ini, seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idul Adha bersama-sama. Tapi perlu diketahui oleh seluruh masyarakat, jika di kemudian hari ada perbedaan dalam melaksanakan ibadah yang berkaitan dengan Idul Adha, kami berharap semuanya bisa mengedepankan harmoni dan toleransi serta tidak menonjolkan perbedaan yang ada,” imbuh Wamenag.

    Ia menjelaskan, keputusan itu didasarkan dari data posisi hilal di seluruh Indonesia, yaitu ketinggian hilal berkisar antara 7° 15,82′ hingga 10° 41,09′ dan sudut elongasinya 11° 34,83′ hingga 13° 14,47’. Data ini merupakan hisab yang dihitung secara matematis-astronomis yang telah dihimpun oleh Kementerian Agama melalui Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama beberapa waktu lalu. Secara hisab, data hilal pada hari ini telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menggunakan kriteria visibilitas hilal MABIMS dalam menentukan awal bulan Kamariah, yang mensyaratkan ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

    “Pada hari ini tanggal 7 Juni 2024 yang bertepatan dengan tanggal 29 Zulqadah 1445 Hijriyah, telah masuk laporan dari para petugas rukyat di berbagai daerah di Indonesia yang telah melaksanakan pengamatan hilal, dan tim penerima laporan rukyat di pusat telah mengkonfirmasi bahwa hilal terlihat di beberapa titik. Kementerian Agama telah melaksanakan rukyatul hilal di 114 lokasi di seluruh wilayah Indonesia,” jelasnya.

    Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 H yang digelar di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag ini dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdullah Jaidi, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Noor Achmad.

    Turut hadir pula, perwakilan Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium Jakarta, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pimpinan ormas Islam, serta duta besar negara sahabat.

    (bay)

  • PT AKMALUSYA FIQOH ( ALFIQ TOUR ) Mendapatkan Penghargaan  Sebagai Mitra Pengumpulan BAZNAS Terbaik 2024 Oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI)

    PT AKMALUSYA FIQOH ( ALFIQ TOUR ) Mendapatkan Penghargaan  Sebagai Mitra Pengumpulan BAZNAS Terbaik 2024 Oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia (RI)

    .Jakarta I Penobatan tersebut dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan secara langsung oleh Ketua Baznas RI Noor Achmad di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat. Pada kamis (29/02/2024)

    Endang Ruhiyat yang mewakili  Direktur PT Akmalusya fiqoh H Engkus Kusnadi  mengatakan bahwa penghargaan yang diterimanya ini justru menjadi pemicu serta pengingat agar Perusahaan penyelenggara ibadah haji dan umroh  bersama Baznas harus lebih memperhatikan kesejahteraan  masyarakat dan dengan berbagai pemberdayaan “Masih banyak masyarakat kita yang berada di bawah garis kemiskinan dan tidk produktif , untuk itu  kewajiban kita sebagai pelaku usaha untuk bersinergi bersama Baznas,” ucap Endang  melalui siaran persnya,

    Endang juga berharap untuk memaksimalkan wakaf untuk pemberdayaan ekonomi. “Nah harapannya ke depan untuk lebih tidak memprioritaskan dana zakat dan juga infaq, tetapi juga wakaf “Kita ingin wakafnya dibesarkan kemudian untuk bisa dilakukan pemberdayaan ekonomi melalui wakaf produktif kepada para masyarakat yang berhak mendapat dana,” ,” tambahnya lagi.

    Dalam sambutannya Ketua Baznas Indonesia Noor Achmad menyampaikan pencapaian Baznas pada tahun 2023. “Alhamdulillah setiap tahun tidak kurang kenaikan Zakat Infak Sedekah (ZIS) itu 30 persen. Tahun kemarin alhamdulillah sudah mengumpulkan Rp33 miliar yang sudah dicapai BAZNAS dan LAZ se-Indonesia. Kita targetkan tahun ini Rp41 triliun untuk BAZNAS dan LAZ se-Indonesia,” kata Noor.

    Ia juga menyampaikan agenda kemanusiaan yang telah dilakukan Baznas pada 2023. Di antaranya, yaitu menjalin aliansi strategis secara lintas negara dalam membela kemanusiaan di Gaza dan Palestina

    Noor menyampaikan, apa yang dicapai Baznas kali ini merupakan hasil kerja keras dari penyelenggara Baznas di tiap daerah.

    “Kita semuanya mempunya konsentrasi baik untuk saudara – saudara kita yang mendapatkan musibah di Indonesia maupun yang di Internasional,” ujar Noor.

  • Paket Umroh Ramadhan ” Karim Alfiq Tour “

    Paket Umroh Ramadhan ” Karim Alfiq Tour “

    Melaksanakan umrah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan di bagian pahala. Bukan hanya pahala yang serupa melaksanakan ibadah haji,  melainkan ibadah hajinya seperti sedang berhaji bersama Nabi Muhammad SAW.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dari Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Imam Bukhari)


    Melaksanakan umrah di bulan Ramadan memiliki keistimewaan di bagian pahala. Bukan hanya pahala yang serupa melaksanakan ibadah haji, melainkan ibadah hajinya seperti sedang berhaji bersama Nabi Muhammad SAW.

    Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, dari Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku.” (HR. Imam Bukhari)

    Kemudian, beberapa amalan sunnah yang memiliki fadilah besar jika dilaksanakan di hari Jum’at terlebih dilakukan di bulan Ramadhan ialah membaca Al Kahfi, antum bisa mengejar pahala sunnah membaca surat Al Kahfi plus menjadikan tanah suci sebagai saksi dihadapan Allah di Padang Mahsyar nanti, belum lagi seperti yang kita ketahui bersama, bahwa ibadah sunnah di bulan Ramadhan pahalanya lebih dari pahala sunnah di bulan lainnya. Selain itu juga, yang tak kalah penting bisa dimaksimalkan oleh jemaah umroh awal Ramadhan ialah bisa berdoa dan meminta ampun khususnya di sela-sela waktu ashar ke magrib.

    Kami dari HaramainKu akan selalu berusaha semaksimal mungkin membimbing jemaah dengan siraman rohani, salah satu bentuknya ialah akan mengadakan kajian sunnah ilmiah selama program umroh jum’atain berlangsung bersama assatidz sunnah yang kami saring sedemikian rupa

    Berikut rincian dari Paket Umroh Awal Ramadhan Karim
    PROGRAM 09 HARI ( 13 MARET 2024 )

    Hotel Makkah Grand Al-Masa / Setaraf
    Bintang 4
    Hotel Madinah Grand Plaza  / Setaraf
    Bintang 4
    Biaya Mulai Rp 33.000.000 (Quad) 
    Aktivitas Umroh + Kajian Sunnah + City Tour

    PROGRAM LAILATUL QODAR MEKKAH 17 HARI

    PAKET BINTANG 3

    Hotel Makkah NAWAJI HOTEL  / Setaraf 
    Bintang 3
    Hotel Madinah ARKAAN AL MANNAR  / Setaraf
    Bintang 3
    Biaya Mulai Rp 42.500.000 (Quad) 
     Berangkat  31 maret 2024

    PROGRAM LAILATUL QODAR MEKKAH 10 HARI
    PAKET BINTANG 3

    Hotel Makkah FAJAR BADIE 4  / Setaraf 
    Bintang 3
    Hotel Madinah CONCORD DAL ALKAHIR  / Setaraf
    Bintang 3
    Biaya Mulai Rp 45.400.000 (Quad) 
    Berangkat  03  April 2024

    PROGRAM SYAWAL 14 APRIL 2024

    Hotel Makkah GRAND AL-MASSA  / Setaraf 
    Bintang 4
    Hotel Madinah GRAND PLAZA  / Setaraf
    Bintang 4
    Biaya Mulai Rp 31.000.000 (Quad)

    PROGRAM MUHAROM 1 AGUSTUS 2024

    Hotel Makkah GRAND AL-MASSA  / Setaraf 
    Bintang 4
    Hotel Madinah GRAND PLAZA  / Setaraf
    Bintang 4
    Biaya Mulai Rp 30.500.000 (Quad)

    PROGRAM MUHAROM 13 AGUSTUS 2024

    Hotel Makkah GRAND AL-MASSA  / Setaraf 
    Bintang 4
    Hotel Madinah GRAND PLAZA  / Setaraf
    Bintang 4
    Biaya Mulai Rp 30.500.000 (Quad)


    INFO & PENDAFTARAN KLIK TOMBOL

    HARGA TERMASUK

    • Tiket penerbangan Jakarta-Saudi PP kelas Ekonomi
    • Visa umrah
    • Akomodasi & transportasi sesuai program
    • Perlengkapan : Koper bagasi, tas paspor, kain ihram/mukena, buku manasik, kain seragam, syal, & sabuk
    • Pembimbing ibadah berpengalaman
    • Asuransi perjalanan
    • Uang tip untuk muthawif, supir, guide
    • Manasik umrah
    • Air zam-zam 5 liter (apabila diizinkan airlines)
    • City tour di Mekkah & Medinah
    • Pembimbing ibadah wanita khusus pada saat kunjungan ke Raudah di Medinah khusus jamaah wanita

    HARGA TIDAK TERMASUK

    • Pembuatan paspor
    • Vaksin meningitis
    • Biaya pengiriman perlengkapan
    • Biaya kelebihan bagasi
    • Tambah nama di paspor
    • Biaya mahram apabila ada
    • Tiket penerbangan domestik ke Jakarta dari daerah asal
    • Tiket penerbangan domestik dari Jakarta ke daerah asal
    • Hotel transit di Jakarta
    • Pengeluaran pribadi (laundry, telepon, dan sejenisnya)

    SYARAT PESERTA UMROH AKHIR TAHUN

    1. Melunasi Biaya Perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku.
    2. Passpor Hijau yang terdiri dari minimal 2 (dua) suku kata yang masih berlaku minimal 7 bulan pada saat keberangkatan.
    3. Fotokopi KTP, Kartu Keluarga dan pas foto berwarna dengan latar belakang putih 4×6 sebanyak 6 lembar. Khusus wanita menggunakan jilbab.
    4. Buku nikah dan kartu keluarga asli bagi suami istri.
    5. Akta lahir & kartu keluarga bagi yang membawa anak dan memerlukan surat muhrim.
    6. Kartu kuning suntik meningitis dari kantor kesehatan pelabuhan setempat.
    7. Sertifikat Vaksin Covid-19 sampai dengan Booster (usia diatas 18 tahun) dan sampai dengan vaksin kedua untuk anak-anak (usia 6-18 tahun)

    Umrah di bulan Ramadan mengandung keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan di bulan-bulan lainnya. Nilai pahala dari umrah di bulan Ramadan sama dengan berhaji bersama Rasulullah Muhammad SAW.

    Umrah di bulan Ramadan yang serupa ibadah haji ini dijelaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibnu Abbas RA.

    “Rasulullah SAW pernah bertanya kepada seorang wanita, ‘Apa alasanmu sehingga tidak ikut berhaji bersama kami?’

    .Wanita itu menjawab, ‘Aku punya tugas untuk memberi minum pada seekor unta di mana unta tersebut ditunggangi oleh ayah fulan dan anaknya (maksudnya suami dan anak wanita itu).

    Ia meninggalkan unta tadi tanda diberi minum, lantas kamilah yang bertugas membawakan air pada unta tersebut’.

    Lantas Rasulullah SAW bersabda, ‘Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadan senilai dengan haji’.”

    Dalam riwayat Imam Bukhari lainnya, Rasulullah SAW bersabda demikian.

    FORM Daftar Online : KLIK DISINI

    “Sesungguhnya umrah di bulan Ramadan seperti berhaji bersamaku.”

    Keistimewaan umrah di bulan Ramadan, tak lain karena di bulan tersebut adalah mulia. Pahala dilipatgandakan dan disebarkan ke seluruh Bumi. Setan dibelenggu dan segala perbuatan baik manusia menjadi berpahala.Pahala umrah di bulan Ramadan ini disebutkan dalam hadis riwayat Al Mahamili dan Ibnu Khuzaimah.

    “Rasulullah SAW bersabda, ‘Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya dijadikan sebagai suatu kewajiban. Sholat malamnya adalah suatu amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di waktu lainnya.”


    SILAHKAN KLIK TOMBOL UNTUK PENDAFTARAN

    Percayakan perjalanan umrah Anda pada kami dan nikmati pengalaman yang tak terlupakan. Kami selalu siap memberikan bantuan dan dukungan kepada Anda selama perjalanan umrah

    Kantor PT AKMALUSYA FIQOH ( ALFIQ TOUR )
    Jl. Mayor Oking Jayatmaja Komplek CRC No.12A Ciriung Bogor Telp.(021) 28681428

    Hati-hati penipuan! Seluruh transaksi dengan Alfiqtour menggunakan rekening resmi atas nama PT AKMALUSYA FIQOH
    Alfiqtour tidak menggunakan rekening atas nama pribadi untuk proses transaksi apapun.
    Jika Anda menerima penawaran yang mengatasnamakan Alfiqtour  

    silakan konfirmasi ke No. +6281296415807

    Rekening Pembayaran SAH  Alfiq Tour



  • Sejarah, Ketentuan, dan Hikmah Disyariatkannya Ibadah Haji

    Sejarah, Ketentuan, dan Hikmah Disyariatkannya Ibadah Haji

    Di antara pilar dalam Islam yang diwajibkan kepada umat Islam adalah melaksanakan haji ke Baitullah (Makkah). Ibadah ini merupakan rukun kelima dalam Islam dan dilakukan jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad ﷺ. Beberapa abad sebelum kota Makkah sebagai pusat Islam dengan ditandai lahirnya Baginda Nabi, para nabi sebelumnya sudah melaksanakan haji di kota tersebut.

    Sebagaimana jamak diketahui, hikmah disyariatkannya semua ibadah tidak lepas dari dua hal: (1) sebagai pengakuan bahwa dirinya sebagai hamba dan (2) sebagai ungkapan syukur pada Allah ﷻ. Ibadah haji mengandung dua hikmah ini sekaligus.

    Pertama, ibadah haji adalah manifestasi penghambaan, serta wahana menampakkan kehinaan dirinya, seperti yang terlihat ketika ihram. Orang berhaji dilarang untuk menghias dirinya meskipun sebenarnya boleh dilakukan di luar haji. Saat ihram, ia dituntut berpenampilan sangat sederhana dan menampakkan perasaan butuh pertolongan dan rahmat Tuhan-Nya.

    Kedua, ibadah haji juga merupakan wujud ungkapan syukur atas nikmat Allah. Dengan ibadah haji, seseorang harus mengorbankan dua hal, yaitu badan dan hartanya. Dan, ungkapan yang benar untuk mensyukuri nikmat harta dan badan adalah dengan menggunakannya pada jalan yang diridhai oleh Allah ﷻ.

    Mengenai dalil diwajibkannya haji ialah dalam Al-Qur’an Allah ﷻ berfirman:

    وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

    Artinya, “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam” (QS Ali ‘Imran: 97).

    Dalam sebuah hadist, Rasulullah ﷺ bersabda:

    أيُّهَا النَّاسُ، قَدْ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُم الحَجَّ فَحُجُّوا

    Artinya, “Wahai manusia! Sungguh Allah telah mewajibkan haji atas kamu sekalian, maka kerjakanlah haji” (HR Muslim).

    Syekh Khatib asy-Syarbini dalam kitab Mughnil Muhtaj mengatakan, ibadah haji ke Baitullah al-Haram sudah sering dilakukan orang sebelum diutusnya Nabi Muhammad. Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Adam ‘alaihissalam berjalan kaki dari daratan India untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah al-Mukarramah. Sesampainya di sana, Malaikat Jibril menemuinya dan mengabarkan bahwa sesungguhnya para malaikat sudah melakukan tawaf di Baitullah selama tujuh ribu tahun. Berdasarkan pendapat ini, tidak heran apabila sebagian ulama berpendapat bahwa semua nabi pernah melakukan ibadah tersebut.

    Para ulama berbeda pendapat tentang permulaan disyariatkannya ibadah haji. Ada yang mengatakan bahwa ibadah haji diwajibkan pada tahun kesepuluh Hijriah. Ada yang berpendapat bahwa haji telah diwajibkan sebelum Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah.

    Ada juga yang berpendapat diwajibkannya haji bertepatan pada tahun keenam setelah Hijrah. Dari beberapa pendapat tersebut, pendapat yang terakhir merupakan pendapat yang paling masyhur dan disepakati di kalangan para ulama. (Syekh Khatib asy-Syarbini, Mughnil Muhtaj [Bairut: Darul Kutub al-Ilmiah, 2011], juz 1, h. 613).

    Definisi dan Ketentuan Hukumnya

    Secara etimologi, para ulama mengartikan haji dengan makna “bermaksud, menghendaki, atau menyengaja (qasdu)”. Sedangkan secara terminologi, haji adalah bermaksud menuju Baitullah al-Haram (Ka’bah) untuk melakukan ibadah tertentu (haji).

    Secara umum, hukum ibadah haji sendiri adalah fardhu ‘ain menurut kesepakatan para ulama. Namun, dalam pemilihannya, hukum haji bisa mempunyai hukum yang berbeda, sebagaimana yang disampaikan Habib Hasan bin Ahmad. Di antaranya, yaitu:

    1. Fardhu ‘ain ketika semua syarat wajib haji terpenuhi (Islam, baligh, berakal, merdeka, dan mampu). Hukum ini berlaku bagi semua umat Islam.
    2. Fardhu kifayah, yakni haji yang tujuannya untuk meramaikan Ka’bah pada setiap tahunnya. Sunnah, seperti hajinya anak kecil, budak, dan hajinya orang yang mampu berjalan kaki dengan jarak lebih dari dua marhalah (kurang lebih 89 km) dari kota Makkah. ​​​​​​​
    3. Makruh ketika dalam perjalanan menuju Makkah, keselamatan jiwa akan terancam.​​​​​​​
    4. Haram, seperti hajinya perempuan yang pergi tanpa disertai mahramnya ketika kondisi keselamatan dirinya dalam keadaan terancam atau pergi haji tanpa adanya restu suami. (Habib Hasan bin Ahmad bin Muhammad al-Kaf, Taqrirat as-Sadidah, h. 470-472). ​​​​​​​​​​​​​​

    Hikmah Disyariatkannya Haji

    Hikmah disyariatkannya ibadah haji sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ibadah yang lain, seperti shalat jamaah, shalat Jumat, dan dua shalat hari raya, yaitu tampaknya persatuan umat Islam. Islam menginginkan adanya sebuah ibadah yang bisa menghilangkan sekat kaya, miskin, tampan, jelek, kulit putih, kulit hitam, atau lainnya. Di sisi Allah ﷻ, semuanya sama. Oleh karenanya, tentu adanya ibadah-ibadah yang telah disebutkan tidak lantas mempersatukan umat Islam secara mayoritas. Ibadah itu hanya bisa mempersatukan umat Islam di tempat mereka masing-masing. Tentu tidak dengan ibadah haji. Ibadah yang satu ini mampu menampung semua umat Islam yang telah memenuhi kewajiban-kewajibannya untuk bersatu dalam satu baris dan satu tempat.

    Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi mengatakan dalam kitab Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh, bahwa Allah ﷻ mensyariatkan ibadah haji agar umat Islam dari seantero negeri bersatu dan berkumpul di satu tempat yang sama, mengesampingkan semua perbedaan yang ada, mulai dari suku, budaya, negeri, mazhab dan lainnya. Mereka semua berkumpul di atas satu nama, yaitu Islam. Sebagaimana disampaikan dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:

    وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ

    Artinya, “(Wahai Ibrahim), serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh” (QS Al-Hajj: 27).

    Ketika semua umat Islam dari berbagai tempat telah berkumpul di Makkah, maka akan tercipta darinya sebuah hubungan erat dan timbulnya kasih sayang antarsatu dengan yang lainnya. Dari Indonesia akan mengenal orang Arab, begitupun sebaliknya. Orang Turki akan mengenal orang India, pun sebaliknya. Orang barat akan mengenal orang timur, pun sebaliknya. Dengannya, akan sangat tampak bahwa mereka bagaikan saudara dari ayah dan ibu yang sama. Dengannya pula, akan tercipta sebuah hubungan yang diikat oleh agama Islam dan tidak akan bisa dipisahkan oleh perbedaan ras dan suku, budaya dan bangsa.

    Tidak sebatas itu, adanya perkumpulan di bawah naungan agama Islam, dengan satu ibadah, satu bacaan, dan satu tujuan, yaitu meraih ridha-Nya, mereka juga bisa berbagi kisah-kisah inspiratif dari negara mereka masing-masing, berbagi cerita perkembangan Islam dan peradaban lainnya. Sebagaimana disampaikan Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi, yaitu:

    وعلى الجملة فانهم يتبادلون كل ما فيه مصلحتهم الدنيوية والأخروية. وهذا هو معنى الجامعة الاسلامية التي تتخوف.

    Artinya, “Oleh karenanya, sesungguhnya mereka bisa bertukar pendapat tentang kebaikan-kebaikan dunia dan akhirat. Dan ini maksud dari persatuan Islam yang ditakuti (musuh-musuh Islam).” (Syekh Ali Ahmad al-Jarjawi, Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh [Bairut: Darul Fikr, 1997], juz 1, h. 123).

    Semua ini merupakan salah satu manfaat disyariatkannya ibadah haji. Sebagaimana diisyaratkan dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:

    لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

    Artinya, “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan” (QS Al-Hajj: 28).

    Ada juga hikmah penting yang perlu dipahami, yaitu hikmah diletakkannya ibadah haji di kota Makkah. Selain keagungan Ka’bah yang tidak ternilai keagungan dan kemuliaannya, Makkah sendiri sebagai tempat dilaksanakannya ibadah haji mempunyai beberapa keistimewaan, sebagaimana disampaikan Syekh al-Jarjawi. Di antaranya: (1) kota Makkah merupakan tanah air Nabi Muhammad ﷺ, yaitu tempat dilahirkannya Rasulullah; (2) Makkah merupakan kota suci sekaligus menjadi awal munculnya agama Islam. Dari sinilah cahaya Islam mulai menerangi berbagai penjuru bumi; (3) dengan melakukan haji, seseorang akan mengingat perjuangan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam ketika membangun kiblat—mengingat merupakan hal yang sangat bermanfaat bagi umat Islam; (4) Makkah merupakan kota yang disucikan dan dijaga dari orang-orang yang beragama selain Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah, yaitu:

    لَا يَجْتَمِعُ دِينَانِ فِي جَزِيرَةِ الْعَرَبِ

    Artinya, “Tidak akan berkumpul dua agama di Jazirah Arab” (Syekh al-Jarjawi, Hikmatut Tasyri’ wa Falsafatuh, 1997, juz 1, h. 176).

    Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa disyariatkannya ibadah haji tidak hanya sebatas tentang ibadah biasa, lebih dari itu, adanya ibadah haji justru sebagai bukti akan persatuan dan kejayaan Islam, serta sebagai bukti kekompakan pemeluknya. Juga sebagai ajang tukar pendapat satu suku dengan suku lainnya, satu negara dengan negara lainnya. Tidak hanya itu, ketika sudah ada di Baitullah, tidak ada perbedaan antarumat Islam, semuanya sama-sama sebagai hamba Allah dengan tujuan yang sama pula. Mereka tidak dibedakan dengan berbagai identitas yang mereka miliki.

    Sangat disayangkan bila semua umat Islam lupa dan tidak mengetahui semua manfaat dan hikmah luar biasa ini. Mereka melaksanakan ibadah haji hanya sebatas ingin menunaikan kewajiban belaka yang harus ia laksanakan, namun lupa akan hikmah dan manfaat luar biasa yang ada di dalamnya.

    Penulis adalah Sunnatullah, pengajar di Pondok Pesantren Al-Hikmah Darussalam Kokop Bangkalan Jawa Timur

  • Berapa Sih  Harga Paket Umroh ?

    Berapa Sih Harga Paket Umroh ?

    Jadi berapa sih harga umroh? Menjawab pertanyaan ini ternyata tergantung dari berbagai variabel informasi dari si penanya itu sendiri.

    • Mau umroh-nya kapan? Kalau saat high season, liburan / akhir tahun / ramadhan, ya tentu harganya lebih tinggi dibandingkan saat low season.
    • Ada beberapa orang calon jamaahnya? Kalau cuman 1-2 org tentu harga normal, kalau group 10-20 org tentu akan ada harga khusus.
    • Jamaahnya dari kota apa? Keberangkatan dari kota Sabang, Merauke, Garut, Malang, Padang, tentu akan ada biaya tambahan transportasi & akomodasi domestik. Sedangkan khusus warga Jabodetabek, Sby Gerbangkertosusila & Makassar, biasanya bisa langsung bertemu di bandara internasional di kota-nya.
    • Fasilitas hotelnya apakah mau bintang 3, 4, 5? Mau yang dekat sekali dengan Masjidil Haram, atau agak jauh naik shuttle? Semakin bagus hotel-nya & semakin dekat dengan Masjidil Haram tentu biaya jg lebih tinggi.
    • Mau kamar-nya private berdua, atau bersedia sharing ber-4 / Quad dengan anggota keluarga/ anggota group umroh lainnya? Semakin private tentu biayanya lebih tinggi.
    • Maskapainya apakah mau yg direct dari Indonesia langsung ke Arab Saudi, atau bersedia transit di Singapore, KL, Dubai, dan sebagainya ? Mau yg pesawatnya bagus & baru seperti Saudia/ Emirates, atau yg ekonomis seperti Lion/ AirAsia? Kalau yg direct, pesawat & pelayanannya lebih bagus tentu lebih tinggi biayanya. Transit gonta-ganti pesawat & menunggu sesaat di boarding room, tentu lebih murah meski lebih melelahkan.
    • Travel umroh-nya sendiri apakah dikenal menyediakan layanan yg VIP, atau layanan ekonomis? Jika VIP biasanya private menggunakan mini-bus, hotel premium bahkan view kabah, makanan ala western, mungkin ada layanan dokumentasi foto/ video-nya. Jika ekonomis tentu menggunakan bus besar, jamaah-nya diharapkan lebih mandiri, bahkan terkadang travel tidak menyediakan perlengkapan koper/ ihram yg biasanya jamaah sudah punya.

    Di Alfiqtour sebagai mitra pemerintah dalam travel umroh yang memiliki ijin dari kemenag dengan No. PPIU : U.106 Tahun 2022, kami ingin turut mengedukasi masyarakat agar lebih paham mengapa harga/biaya umroh ini berbeda-beda. Kami juga menyediakan aplikasi atau paket paketUmroh Agent yg dapat digunakan oleh para individual agent/ marketing umroh, sehingga bisa menjadi perwakilan travel dalam menjelaskan harga kepada calon jamaahnya.

    Informasi paket umroh yg disajikan pada web & aplikasi kini semakin lengkap. Calon jamaah/ mitra agent bisa melihat sendiri pilihan waktu, fasilitas, serta pilihan biaya. Belum lama ini kami merilis opsi “Multi-Hotel”, sehingga pada sebuah paket umroh, travel umroh bisa memberikan pilihan hotel yg ekonomis, ataupun opsi jika calon jamaah ingin upgrade hotel yg lebih premium. Kami juga baru saja merilis fitur “Cabang”, “Paket Lokal” dan “Agent Lokal”, sehingga travel umroh bisa menambahkan cabangnya di kota-kota lain selain kantor pusat, agar calon jamaah & agent marketing-nya di kota-kota tsb bisa mendapatkan info harga paket keberangkatan sesuai kota domisilinya.

    Insyallah kami juga akan merilis “paket paket ekonomis sesuai dengan bajet anda”, sehingga calon jamaah bisa melakukan negosiasi harga dengan mudah apabila jumlah jamaah-nya cukup banyak. Calon jamaah/ agent tinggal memilih paket umroh yg mana yg dia ingin negosiasikan, pihak kantor travel umroh juga tinggal input nilai potongan harga. Sehingga tidak perlu negosiasi ribet seperti di pasar.

    Mohon pastikan tim travel anda telah memanfaatkan dengan baik fitur multi-hotel, cabang, dan paket

  • Hari ini Rabu, 2 Agustus, 6.760 Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air, Ini Rinciannya

    Hari ini Rabu, 2 Agustus, 6.760 Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air, Ini Rinciannya

    Alfiqtour I Hari ini Rabu,, 2 Agustus 2023, sebanyak 6.760 Jemaah Haji pulang ke Tanah Air dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah.

    “Jemaah haji tersebut tergabung dalam 18 kelompok terbang (kloter)”, terang Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado dalam keterangan persnya di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (01/08/2023).

    Dodo dalam keterangannya menyampaikan rincian jumlah dan debarkasi rencana kepulangan jemaah haji tersebut:

    1) Debarkasi Makassar (UPG) 42 sebanyak 393 orang
    2) Debarkasi Surabaya (SUB) 84 sebanyak 450 orang
    3) Debarkasi Lombok (LOP) 12 sebanyak 392 orang
    4) Debarkasi Solo (SOC) 92 sebanyak 384 orang
    5) Debarkasi Solo (SOC) 98 sebanyak 280 orang
    6) Debarkasi Palembang (PLM) 23 sebanyak 272 orang
    7) Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 72 sebanyak 400 orang
    8) Debarkasi Makassar (UPG) 43 sebanyak 393 orang
    9) Debarkasi Solo (SOC) 93 sebanyak 392 orang
    10) Debarkasi Surabaya (SUB) 81 sebanyak 400 orang
    11) Debarkasi Surabaya (SUB) 82 sebanyak 450 orang
    12) Debarkasi Banjarmasin (BDJ) 17 sebanyak 328 orang
    13) Debarkasi Surabaya (SUB) 83 sebanyak 450 orang
    14) Debarkasi Solo (SOC) 94 sebanyak 380 orang
    15) Debarkasi Batam (BTH) 33 sebanyak 317 orang
    16) Debarkasi Batam (BTH) 32 sebanyak 374 orang
    17) Debarkasi Makassar (UPG) 44 sebanyak 30 orang; dan
    18) Debarkasi Balikpapan (BPN) 20 sebanyak 195 orang

    Dodo melanjutkan, pada fase kepulangan jemaah haji, hingga tanggal 31 Juli 2023 pukul 24.00 WIB jemaah haji yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 193.502 orang, tergabung dalam 507 kelompok terbang (kloter).

    Kemarin, 01 Agustus 2023 sebanyak 7.388 jemaah gelombang II tergabung dalam 20 kloter diterbangkan ke Tanah Air dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah,” ujar dia.

    “Sementara jemaah yang wafat hingga tanggal 31 Juli 2023 pukul 24.00 Wib sebanyak 763 orang,” tambahnya.(alfiq)

  • Beribadah di Raudhah Masjid Nabawi, Ini Tata Cara Masuknya

    Beribadah di Raudhah Masjid Nabawi, Ini Tata Cara Masuknya

    ALFIQTOUR.COM I Selain ibadah Arbain, berkesempatan beribadah di Raudhah juga dimanfaatkan oleh seluruh jemaah haji Indonesia. Raudhah adalah tempat yang berada di antara rumah Nabi (sekarang makam Nabi) dan mimbar. Luas dari arah timur ke barat sepanjang 22 meter dan dari utara ke selatan 15 meter.

    “Raudah adalah tempat di mana doa-doa dikabulkan,” ujar Koordinator Media Center Haji (MCH) PPIH Pusat Dodo Murtado di Jakarta, Rabu (12/07/2023).

    Dikatakan Dodo, pengelola Masjid Nabawi telah menetapkan ketentuan dan tata cara masuk Raudhah. Pertama, setiap jamaah haji bisa masuk ke Raudhah satu kali, bersama jemaah kloter, sesuai dengan jadwal yang ditentukan dari Kantor Daerah Kerja Madinah.

    “Kedua, jadwal masuk ke Raudhah berlaku sekali dan tidak bisa diganti ke waktu yang lain,” katanya.

    Selanjutnya, kata Dodo, ketua kloter berkoordinasi dengan pembimbing ibadah sektor untuk mendapatkan informasi jadwal masuk ke Raudhah.

    “Setelahnya, jemaah kloter menuju sekitar area pintu 37 dan 38, atau pintu pagar 359 Masjid Nabawi, satu jam sebelum jadwal masuk Raudhah,” ujarnya.

    “PPIH mengimbau jemaah agar mengikuti arahan dari petugas sektor khusus Masjid Nabawi,” tambah dia.

    Pada fase kepulangan jemaah, hingga tanggal 11 Juli 2023 pukul 24.00 WIB jemaah gelombang I yang telah tiba di Tanah Air sebanyak 49.136 orang, tergabung dalam 128 kelompok terbang (kloter).

    “Hari ini, 12 Juli 2023 jemaah gelombang I yang diberangkatkan ke Tanah Air dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah berjumlah 6.614 jemaah atau 17 kloter,” jelas Dodo.

    Sementara rencana keberangkatan Jemaah dan petugas dari Tanah Suci ke Tanah Air besok, 13 Juli 2023 berjumlah 6.678 orang atau 17 kloter dengan rincian sebagai berikut :

    1) Debarkasi Palembang (PLM) 6 sebanyak 360 orang
    2) Debarkasi Surabaya (SUB) 18 sebanyak 450 orang
    3) Debarkasi Solo (SOC) 24 sebanyak 360 orang
    4) Debarkasi Makassar (UPG) 12 sebanyak 393 orang
    5) Debarkasi Surabaya (SUB) 21 sebanyak 450 orang
    6) Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 25 sebanyak 393 orang
    7) Debarkasi Surabaya (SUB) 22 sebanyak 450 orang
    8) Debarkasi Solo (SOC) 25 sebanyak 360 orang
    9) Debarkasi Batam (BTH) 14 sebanyak 374 orang
    10) Debarkasi Kertajati (KJT) 5 sebanyak 374 orang
    11) Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 26 sebanyak 480 orang
    12) Debarkasi Solo (SOC) 26 sebanyak 360 orang
    13) Debarkasi Aceh (BTJ) 10 sebanyak 393 orang
    14) Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS) 25 sebanyak 480 orang
    15) Debarkasi Banjarmasin (BDJ) 4 sebanyak 328 orang
    16) Debarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG) 26 sebanyak 393 orang
    17) Debarkasi Medan (KNO) 10 sebanyak 360 orang

    “Jemaah haji khusus yang telah tiba di Kota Madinah dari Makkah sebanyak 10.394 orang yang tergabung dalam 121 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Dan jemaah yang wafat hingga tanggal 11 Juli 2023 pukul 24.00 Wib berjumlah 571 orang,” ujarnya.

    “Hari ini, sebanyak 8.515 jemaah haji gelombang II yang tergabung dalam 22 kloter diberangkatkan ke Madinah menggunakan bus untuk menjalankan Arbain,” imbuhnya.(bay)